Sail Dunia Bakal Berkunjung ke Wakatobi

Diposkan oleh Hariru | Monday, June 29, 2009 | | 0 Komentar »



WANGIWANGI- Rombongan Sail Dunia bakal berkujung ke Wakatobi, Bulan Agustus 2009 mendatang. Mereka merupakan para miliader dunia. Kelompok tersebut tergabung dalam Sail Indonesia 2009. Karena tahun ini Wakatobi sudah masuk salah satu daerah persinggahan rombongan Sail Dunia.

Kapal Sail merupakan kapal-kapal layar bertiang tinggi yang setiap tahun mejelajahi dunia. Harga kapal ini bernilai miliaran, sehingga hanya mampu dimiliki orang-orang berdompet tebal. Tujuan kedatangan rombongan Sail tahun ini untuk menghadiri berbagai kegiatan bahari di Bunaken Sulawesi Utara, sehingga disebut Sail Bunaken Sail Indonesia. Wakatobi menjadi tempat persinggahan rombongan ini saat bergerak menuju wilayah Nusa Tenggara dan Indonesia Bagian Barat.

SURAT KEPADA KEPALA NEGARA

Diposkan oleh Hariru | Sunday, June 28, 2009 | | 0 Komentar »

Umar bin Abdul Azis, salah seorang kepala negara Dinasti Umaiyah, dikenal sangat jujur, adil, dan bertaqwa. Salah satu jasanya adalah membatalkan pengutukan terhadap Ali bin Abu Thalib di atas mimbar-mimbar jumat yang ditetapkan oleh penguasa sebelum beliau, dan menggantikannya dengan memerintahkan membaca firman Allah SWT pada akhir setiap jumat. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q;S:16;90).

Setan Pun Hafal Ayat Kursi

Diposkan oleh Hariru | Saturday, June 27, 2009 | | 0 Komentar »

Abu Hurairah bercerita : Suatu hari Rasulullah SAW menugaskanku untuk menjaga harta zakat pada bulan ramadhan. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki melihat-lihat makanan dan langsung mengambilnya. Aku lalu menegurnya, “Jangan dulu mengambil, sebelum kusampaikan tentangmu kepada Rasulullah.”
Laki-laki itu menjawab, “Aku sudah berkeluarga dan saat ini betul-betul membutuhkan makanan untuk mereka.” Mendengar itu, aku akhirnya mengijinkan dia mengambil makanan itu. Ketika pagi tiba, Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang kau lakukan kemarin?”
Aku menjawab, “wahai Rasulullah, seorang laku-laki mengadukan kesusahan keluarganya dan dia memohon harta zakat saat itu juga, lalu aku persilahkan dia mengambilnya.”
Rasulullah SAW lalu bersabda kembali, “Dia telah mengelabuimu wahai Abu Hurairah, dan besok akan kembali lagi.”
Karena tahu akan dating lagi, keesokan harinya aku mengawasinya dengan teliti dan ternyata betul apa yang disampikan Raulullah, ia telah berada di ruang zakat sambil memilih-milih harta zakat yang terkumpul lalu dia mengambilnya.
Melihat itu, aku berkata kembali, : “Jangan kau ambil dulu harta itu sampai ada ijin dari Rasulullah SAW.” Laki-laki itu menjawab, “Aku betul-betul sangat membutuhkan makanan itu sekarang, keluargaku kini sedang menunggu menahan lapar. Aku berjani tidak akan kembali lagi esok hari”. Mendengar itu, aku merasa kasihan dan akhirnya aku persilahkan kembali dia mengambil harta zakat.
Keesokan harinya, Rasulullah bertanya kembali, “Apa yang kau lakukan kemarin wahai Abu Hurairah?” Aku menjawab, “Orang yang kemarin datang lagi dan meminta harta zakat. Karena keluarganya telah lama menuggu kelaparan, akhirnya aku kembali mengizinkan dia mengambil harta zakat tersebut. Mendengar hal itu, Rasulullah bersabda kembali, “Dia telah membohongimu, dan besok ia akan kembali untuk yang ketiga kalinya.”
Besoknya ternyata laki-laki itu kembali lagi. Seperti biasa, dia mengambil harta zakat yang sudah terkumpul di dalam gudang. Melihat itu, aku kembali menegurnya, “Jangan mengambil dahulu, aku akan memohon izin kepada Rasulullah SAW terlebih dahulu. Bukankah kau kemarin berjanji untuk tidak datang lagi, tapi kenapa kau kembali juga?” laki-laki itu menjawab, “Izinkanlah untuk yang terakhir kalinya aku mengambil harta zakat ini, dan sebagai imbalannya aku akan ajarkan kepadamu sebuah kalimat yang apabila kau membacanya, Allah akan selalu menjagamu dank au tidak akan disentuh dan didekati setan hingga pagi hari.”
Aku tertarik dengan ucapannya. Aku pun menanyakan kalimat apakah itu. Dia menjawab, “Apabila kau hendak tidur jangan lupa membaca ayat kursi terlebih dahulu, karena dengannya Allah akan menjagamu dan kau tidak akan didekati setan hingga pagi tiba.” Kali ini aku pun mengijinkannya mengambil harta zakat.
Keesokan harinya Rasulullah kembali menanyakan apa yang telah kulakukan kemarin dan kukatakan, “Ya Rasulullah, aku terpaksa membolehkannya kembali mengambil zakat setelah dia mengajarkanku kalimat yang sangat bermanfaat dan berfaedah.” Lalu Rasulpun bertanya, “Kalimat apakah yang diajarkannya?”
Aku menjawab bahwa dia mengajarkanku ayat Kursi dari awal sampai akhir dan dia katakana bahwa kalau aku membacanya, Allah akan menjagaku sampai pagi hari. Rasulullah lalu bersabda, “Kini apa yang dia sampaikan memang betul namun hanya saja dia sudah berhasil mengelabuimu dengan mengambil harta zakat. Tahukah kamu apakah, siapa laki-laki yang mendatangimu tiga kali itu?
Aku menjawab, “Tidak, aku tidak tahu .” Rasulullah SAW kembali bersabda , “Ketahuilah, dia itu setan".

Pemimpin yang dipilih

Diposkan oleh Hariru | Thursday, June 25, 2009 | | 0 Komentar »

Beberapa waktu yang akan datang, tepatnya pada tanggal 8 Juli 2009, kita rakyat Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi lima tahunan dalam rangka memilih presiden yang akan memimpin bangsa ini dalam lima tahun ke depan. Sebagai rakyat, tentu saja pesta ini sangat penting, karena kita akan ikut serta dalam menentukan masa depan bangsa kita sendiri melalui suara kita, melalui pilihan kita, kepada siapa amanat kita percayakan. Berkaitan dengan hal ini, Al Quran telah memberi petunjuk kepada kita - tersirat maupun tersurat - tentang peminpin yang akan kita pilih.

Bahaya Meminum Air ES

Diposkan oleh Hariru | Tuesday, June 23, 2009 | | 0 Komentar »

Memang nyaman meminum minuman dingin, ketika suhu udara lagi panas. Apalagi sehabis makan manakanan yang panas-panas.... mmmmm NIKMAT....!!! Tapi tahukah anda bahaya apa yang mengancam kesehatan anda dengan mengkonsumsi air dingin/es ??? Ternyata minuman dingin/es itu dapat menyebabkan PENYAKIT JANTUNG !!!

Air dingin yang anda minum itu akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja anda makan dan memperlambat pencernaan makanan. Ketika endapan minyak itu bereaksi dengan asam lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat dan segera akan memenuhi usus. Sebentar saja, endapan ini akan berubah menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker. Selain itu, lemak yang berkumpul pada usus akan menyebabkan penyempitan pada saluran pencernaan kita yang akan menyebabkan kegemukan. Biasaya, orang yang gemuk akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung. Catatan serius mengenai serangan jantung; Biasanya serangan jantung mulai terasa pada tangan sebelah kiri. Lalu merambat sedikit-demi sedikit ke bagian atas dada. Namun demikian, tidak semua gejala serangan jantung selalu merasakan sakit pada lengan sebelah kiri. Rasa sakit yang terus menerus pada rahang, rasa mual dan keringat yang berlebihan juga adalah gejala umum yang sering dijumpai pada penderita serangan jantung. Sekitar 60% orang yang mengalami serangan jantung ketika tidur, tidak bangun lagi.

Tinggalkanlah kebiasaan mengkonsumsi minuman dingin/es, dan mulailan seperti kebiasaan orang Cina dan Jepang yaitu mengkonsumsi minuman panas/hangat setelah selesai makan.

Sebagai salah satu pilot project pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan pemerintahan pusat, Departemen Keuangan menyadari, peningkatan citra dan kualitas pelayanan kepada publik merupakan hal utama yang harus terus ditingkatkan, baik dari sisi perangkat dan infrastruktur maupun dari sisi aparat pelaksananya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat standar baku pelayanan dalam bentuk Standard Operational Procedure (SOP). SOP ini ditetapkan sebagai panduan dan kepastian kualitas di setiap pos pelayanan yang bernaung di bawah Depkeu.

Hadist Digital-Hadist Web Berbahasa Indonesia

Diposkan oleh Hariru | Sunday, June 21, 2009 | , | 2 Komentar »

Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya kutemukan juga, software Hadits Digital gratis berbahasa Indonesia lewat bantuan om Google. Hadist digital ini dibuat oleh saudara Sofyan Efendi (Somoga Tuhan melipatgandakan amal ibadahnya).

Buat anda yang berminat, silahkan download DI SINI

Isinya:

Tentang Hati –Lentera Hati

Diposkan oleh Hariru | Saturday, June 20, 2009 | | 0 Komentar »


Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia.

Wakatobi-Genjot Industri Pariwisata

Diposkan oleh Hariru | Saturday, June 20, 2009 | | 0 Komentar »


WANGIWANGI- Wakatobi yang sering disebut kepulauan tukang besi dengan sektor andalan industri pariwisata terus digenjot Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Karena 97 persen wilayah tersebut berupa laut, sisanya tiga persen daratan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan Pariwisata Bahari dan Pariwisata Budaya.

”Maka dengan konsep Wakatobi ecotourism sebagai sektor unggulan yang dapat mendongkrak sektor ekonomi daerah dan mengangkat citra Indonesia di dunia International. Ecotourism adalah Pariwisata yang berkelanjutan secara ekologis, fokus utamanya pengalaman daerah alami, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap lingkungan, apresiasi serta konservasi terhadap lingkungan dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal,” beber Kadis Pariwisata Wakatobi, Drs Hasirun Adi Msi, di gedung Darma Wanita Wangiwangi, Rabu (17/6) lalu.

Struktur Pemerintahan dan Kekuasaan Kesultanan Buton

Diposkan oleh Hariru | Friday, June 19, 2009 | | 0 Komentar »


Konsep kesultanan dikenal dalam sejarah sesudah masuknya Islam. Sebutan sultan diadopsi dari negeri-negeri Arab atau Timur Tengah untuk raja yang dikenal sebelumnya. Sultan pertama yang merupakan raja kelima Kesultanan Butun adalah Lakilaponto yang kemudian bergelar Sultan Qaimuddin (artinya peletak Agama).

Sejak awal abad ke-16 dan mencapai puncaknya abad ke-17, merupakan periode paling penting dalam proses pembentukan tradisi pemikiran Islam. 

Ketika itu perdagangan internasional dan interinsuler semakin luas, seiring dengan fakta kejayaan beberapa kerajaan di Nusantara, antara lain: Aceh, Mataram, Banten, Makassar/Gowa-Tallo dan Ternate. Pada masa itu, landasan tradisi intelektual dan politik diletakkan. Tampak upaya salin-menyalin kitab, penyebaran ide-ide keagamaan antar kerajaan yang direkam oleh historiografi tradisional. Pada masa itu pula terlihat penciptaan komunitas kognitif Islam sebagai tema utama yang disusul dengan munculnya suasana kosmopolitan. Dalam suasana seperti itu maka muncul perenungan pribadi tentang hubungan manusia sebagai makhluk dengan sang Maha Pencipta. Dalam konteks inilah muncul Aceh sebagai “pusat penghasil” pemikiran cemerlang dalam sejarah pemikiran Islam di Asia Tenggara.


Dalam abad ke-17, perkembangan kerajaan-kerajaan di Nusantara, memperlihatkan kecenderungan pandangan sufistik. Paham ini menggambarkan hubungan yang diikat oleh tali kasih, antara “hamba” dan “tuan” antara “raja” dan “rakyat”. Landasannya adalah mengenai keharusan keharmonisan dan kesatuan semesta. Maka dirumuskanlah pemikiran makhluk terhadap Khalik. Dalam konteks itulah Hamzah al-Fansuri menyusun pemikiran sufistik dengan sistematika kosmogoni “martabat tujuh” sebagaimana yang ditulis Muhammad ibn Fad al-Burhanpuri (1590). Hamzah Fanzuri dan Syams-ad-Din Al-Sumatrani, memainkan peran besar dan penting dalam membentuk pemikiran dan praktik keagamaan kaum Muslim di Melayu-Indonesia. Meskipun tidak banyak diketahui menyangkut kehidupannya, Hamzah seorang Melayu yang berasal dari Fansur (Barus), pusat pengetahuan Islam di Aceh Barat Daya, hidup dalam masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan Aceh bernama ‘Ala‘ Al-Din Ri‘ayat Syah, berkuasa tahun 1589-1602 (Azra 1994: 166). Syam ad-Din adalah murid Hamzah. Mereka pendukung terkemuka penafsiran mistiko-filosofis wahdat al-wujud dari tasawuf (Azra 1994: 168).


Pemikiran tentang negara pun mulai bergulir. Negara yang ideal dalam pandangan faham sufi adalah suasana yang memungkinkan terjadinya kesatuan dan keharmonisan yang utuh antara “makhluk” dan “al-khalik”, antara rakyat dengan raja. Konteks keilahian adalah suasana adil. “Raja di dalam negeri adalah seperti nyawa di dalam tubuh adanya. Maka jika nyawa itu bercerai daripada tubuh itu niscaya binasalah tubuh itu” (Abdullah 1996: 81, mengutip dari Tajus Salatin).


Hasil studi Milner (Milner 1982) tentang kerajaan Islam-Melayu memperlihatkan bahwa “kerajaan” adalah situasi tentang sosok raja. Raja adalah unsur esensial dari adanya kerajaan, yang digambarkan secara megah dan mewah. Negara merupakan perpanjangan dari pribadi sang raja, jadi bukan struktur maupun organisasi kekuasaan. Negara ideal adalah sesuatu yang dicitrakan berdasarkan konsep bahwa “negara moral” itu dipantulkan oleh sifat adil raja. Oleh karena itulah di dalam historiografi tradisional, diperlihatkan bahwa raja dan negara harus dilihat dari pendekatan sufistik, bukan dari sudut pandang fikih atau syariat.
Munculnya ajaran ini dalam dunia tasawuf adalah konsekuensi penerimaan atas adanya pengalaman (seorang sufi) tentang fana dan baqa. Konsep “martabat tujuh” adalah ajaran dalam tasawuf teosofis yang bertolak dari konsep bahwa hanya Tuhan yang satu-satunya wujud hakiki. Agar ia dikenal, maka Tuhan menampakkan diri-Nya (tajalli). Penampakkan diri Tuhan melalui “tujuh tingkatan” yang disebut “martabat tujuh “.


Tingkat pertama adalah “martabat ahadiyyah” yang berarti zat Allah semata, yang tidak dicontohkan dengan sifat. Karena zat Allah semata-mata tidak diberi sifat dan nama (asma), maka tidak ada jalan akal untuk mengetahui-Nya. Kedua, adalah “martabat wahdah” adalah sifat Allah dalam tingkat “kenyataan pertama”. Di sinilah permulaan akal dapat mengetahui sifat Allah, seperti sifat salbiyyah dan sifat wujudiyyah. Ketiga adalah “martabat wahidiyah‘‘, asma Allah. Ini merupakan “kenyataan kedua”. Dalam tingkat ini Allah dapat dikenal oleh akal melalui asma-Nya, sebab asma-Nya. itulah menunjukkan zat-Nya. Ketiga martabat tersebut di atas adalah qadim (tidak bermula) dan baqa (kekal selamanya). Keberadaannya tidak dipahami atas dasar urutan waktu, melainkan dari segi akal.


Martabat keempat adalah “martabat alam arwah”. Inilah permulaan nyawa, baik bagi manusia maupun makhluk lainnya. Nyawa yang pertama dijadikan adalah nyawa Nabi Muhammad s.a.w. Oleh karena itu, ia bergelar “abu al-arwah“ artinya “bapak segala nyawa”. Arwah atau ruh dalam bahasa Arab artinya “pergi”. Kelima “martabat alam mitsal, yaitu perumpamaan segala keadaan, selain keadaan Tuhan. Karena hanya sebagai perumpamaan, alam mitsal ini keadaannya halus, tidak dapat dijangkau oleh panca indera. Yang keenam adalah “martabat alam ajsam” yaitu segala keadaan yang nyata, seperti api, air, tanah, semua yang dapat dibagi dan disusun. Yang ketujuh adalah “martabat alam insan”, yaitu yang disebut manusia. Alam ini disebut juga “martabat jam‘iyyat”, artinya tingkat yang mengumpulkan segala dalil yang menunjukkan keadaan Tuhan yaitu sifat jalal dan jamal.


Dalam diri manusia inilah berkumpul dua perumpamaan, yaitu ruh sebagai perumpamaan dari al-haq (Tuhan), dan badan atau tubuh sebagai perumpamaan al-khalq (ciptaan). Hal ini karena manusia memiliki sifat dua puluh seperti sifat dua puluh yang wajib bagi Tuhan; dan karena segala sesuatu sifat yang ada pada tubuh manusia ada pula pada alam besar. Sebagai perumpamaan, batu pada alam besar ditamsilkan dengan tulang dan daging pada manusia; angin ditamsilkan dengan napas manusia. Dalam hubungan ini manusia disebut juga sebagai “alam kecil” (“mikro-kosmos”) sedangkan alam yang ada di luar manusia disebut “alam besar” (“makro-kosmos”). Segala sesuatu yang ada di alam ini ada tamsilnya dalam diri manusia (Yunus, 1995: 96-98).


Ajaran wujudiyyah yang berkembang di Aceh itu pada awal abad ke-17 dibawa ke Butun oleh Syarif Muhammad atau Firus Muhammad (Yunus 1995: 67). Menurut tradisi lokal, La Elangi “memperlihatkan” Sarana Wolio yang berciri dan bernafaskan Martabat Tujuh kepada Gubernur Jenderal VOC, Pieter Both, ketika mengunjungi Butun pada tahun 1615. Martabat Tujuh mengacu pada ajaran mistik sufisme pada awal abad ke-17 di Aceh. Dari hasil penelitian Yunus atas tiga naskah di Butun, dapat disimpulkan bahwa ajaran Martabat Tujuh telah ada sejak perempat abad ke-17, pada masa La Elangi, bergelar Sultan Dayyan Disan ad-Din (1578-1615) (Yunus, 1995: 67).


Tujuh tingkatan itu diidentikkan dengan tujuh kedudukan di dalam pemerintahan kesultanan. Tiga tingkatan dari tujuh martabat yang merupakan hakikat Tuhan ditempati oleh tiga cabang bangsawan: Tanailandu, Tapi-tapi dan Kumbewaha (Kamboru-mboru Talu Palena). Sedangkan empat tingkatan di bawahnya diisi oleh jabatan-jabatan: Sultan, Sapati, Kenepulu, Kapitalao. Oleh karena dalam perkembangannya kemudian muncul pangka yang baru, yakni Lakina Sorawolio, suatu daerah penting bagi pertahanan kraton, maka posisi sultan diganti dan menempati “alam barzah” (Yunus, 1995: 120-1). 

Kedudukan Sultan adalah sebagai penghubung antara tiga tingkat pertama dan empat tingkat kedua. Alam ini tempat persinggahan atau penghubung dari alam kehidupan manusia di dunia fana menuju alam kekal: akhirat. Sapati adalah jabatan pelaksana pemerintahan, semacam Perdana Menteri sekarang. Kenepulu adalah Hakim Agung, dan kapitalao adalah penguasa laut dalam hal ini ada dua yakni bagian timar kapitalao matanaeo dan bagian barat kapitalao sukanaeo.

MAYAT ITU HIDUP KEMBALI

Diposkan oleh Hariru | Sunday, June 14, 2009 | | 0 Komentar »

Kisah ini ditulis oleh Ibnu Abid Dunya dalam bukunya Man ‘asya ba’dal maut. Dalam buku tersebut, Ibnu Abid Dunya meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik. Anas bin Malik berkata : “Suatu hari kami menjenguk seorang pemuda Ansar yang baru beberapa hari sakit. Ternyata begitu kami sampai ke tempat tujuan, pemuda itu baru saja meninggal.

Perasaan sedih dan sesal menyelimuti hati kami; mengapa baru menjenguknya sekarang? Tapi apa daya, kematian tidak ada yang mengetahui kapan ia akan datang. Boleh jadi sekarang, sore ini, lusa, ketika sakit atau malah datang ketika sehat dan kuat. Tidak ada yang tahu, selain Allah. Kedua mata pemuda itu kami penjamkan. Tubuhnya segera kami tutup dengan kain. Tidak terasa isak tangis menyelimuti ruangan”.
Tampak di sebelah pojok seorang perempuan tua, bergegas menuju mayat pemuda itu. Langkahnya pasti, sorot matanya penuh gelisah. Dia adalah ibu dari pemuda yang baru meninggal tersebut. Diantara kami mencoba menenangkan si ibu sambil berkata : “Ibu, bersabarlah, Allah memilihkan pilihan yang terbaik untuk putra ibu”.

Si ibu kemudian bertanya : “Apa anakku telah meninggal?”
“Ya. Ia baru saja meninggal dengan tenang”, jawab kami.
Ibu itu kemudian mengadahkan kedua tangannya ke langit sambil berkata : “Ya Allah, aku beriman kepada-Mu, aku juga turut hijrah bersama utusan-Mu. Apabila aku ditimpa musibah yang sangat berat, aku senantiasa berdoa kepada-Mu dan Engkau selalu melepaskan musibah itu. Ya Allah, pada saat ini aku bersimpuh di hadapan-Mu tiada lain untuk memohon kepada-Mu, agar hari ini, jangan engkau bebankan aku dengan musibah kematian putraku ini.”

Anas berkata : Tidak lama setelah ibu tadi berdoa, tubuh si mayat bergerak. Kami kaget dan heran. Lalu kami buka kain yang menutup wajah dan tubuhnya itu, ternyata ia hidup kembali.
Pemuda yang baru meninggal itu hidup kembali berkat doa ibunya yang sangat salihah. Betapa senang dan bahagianya hati si ibu, dan kami yang hadir saat itu. Setelah itu, kami bersama-sama makan dengan pemuda itu.” Subhanallah.

Kisah di atas menunjukan bahwa tidak ada yang mustahil di duniah ini. Semua bisa saja terjadi. Itu adalah tanda kekuasaan Allah bahwa Allah menguasai segala sesuatu, bahkan atas sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal manusia.

Catatan dari kepulauan Wakatobi-Surga Nyata di Bawah Laut

Diposkan oleh Hariru | Wednesday, June 10, 2009 | | 1 Komentar »

Pasir putih terhampar sepanjang pesisir. Nyiur melambai disapu angin pantai. Saat laut surut, keindahan alam bawah laut kian menggoda. Ikan-ikan bercumbu di sela-sela terumbu karang.
Keindahan itu bisa disaksikan cukup dengan mata telanjang. Wakatobi, di sanalah, pesona alam nan surgawi.


Wakatobi adalah nama yang diambil dari kependekan pulau terbesar yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang terletak di sebelah tenggara Sulawesi. Dahulu, orang menyebutnya di Kepulauan Tukang Besi. Kawasan seluas 1,39 juta hektare itulah yang kemudian dijadikan taman nasional laut pada tahun 1996. Luas kawasan itu pula yang menjadi disahkan sebagai Kabupaten Wakatobi pada tahun 2004.